Hambatan Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Indonesia: Perspektif Aktor Editorial melalui Analisis Faktor Eksploratori

Barriers to Scientific Journal Management in Indonesia: An Editorial Actor Perspective through Exploratory Factor Analysis

Authors

  • Yulingga Nanda Hanief Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Intan Rezki Kurniasari CV Rezki Media

DOI:

https://doi.org/10.48078/publetters.v3i1.66

Keywords:

Akreditasi Jurnal, Kapasitas Editorial, Manajemen Jurnal Ilmiah, Sistem Jurnal Terbuka

Abstract

Kualitas dan keberlanjutan jurnal ilmiah tidak hanya bergantung pada standar editorial dan platform teknis, tetapi juga pada kapasitas organisasi yang mendukung pengelolaan jurnal. Di Indonesia, sistem akreditasi nasional dan adopsi luas platform penerbitan digital telah memperluas partisipasi jurnal; namun, banyak jurnal masih menghadapi tantangan operasional yang persisten. Bukti empiris yang mengidentifikasi hambatan mendasar yang dialami oleh pengelola jurnal masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor laten yang menghambat pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia dan untuk mengklarifikasi hambatan mana yang paling menonjol dari perspektif aktor editorial. Survei potong lintang dilakukan di antara manajer jurnal, editor, reviewer, dan staf editorial dari berbagai latar belakang institusi. Data dianalisis menggunakan Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dengan Principal Axis Factoring dan rotasi Promax untuk mengidentifikasi dimensi mendasar dari hambatan manajemen jurnal. Uji Sphericity Bartlett mengonfirmasi kesesuaian matriks korelasi untuk analisis faktor, dan retensi faktor dipandu oleh analisis paralel. Keandalan faktor yang diekstraksi dievaluasi menggunakan McDonald’s omega. Analisis mengidentifikasi lima faktor mendasar yang mewakili hambatan dalam pengelolaan jurnal. Kendala terkait sumber daya manusia dan naskah muncul sebagai faktor dominan, menyoroti tantangan terkait beban kerja editorial, ketersediaan reviewer, dan kualitas naskah. Hambatan teknis dan sistem editorial mencerminkan masalah dalam konfigurasi alur kerja dan tata kelola platform, bukan ketersediaan perangkat lunak. Batasan keuangan dan operasional, serta tantangan kebijakan dan prosedural, semakin membatasi keberlanjutan jurnal. Faktor kelima terkait reputasi dan etika publikasi menunjukkan konsistensi internal yang lebih lemah, menunjukkan persepsi yang lebih heterogen di antara responden. Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan dalam pengelolaan jurnal di Indonesia bersifat multidimensional dan terutama dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, bukan hanya pertimbangan teknis atau etika semata. Peningkatan kinerja jurnal memerlukan strategi terintegrasi yang menggabungkan pengembangan kapasitas editorial, dukungan institusional, sumber daya operasional yang berkelanjutan, dan keselarasan kebijakan. Hasil ini memberikan landasan empiris untuk intervensi yang lebih terarah guna meningkatkan efektivitas dan ketahanan pengelolaan jurnal ilmiah. Fokus utama penelitian ini adalah memberikan bukti empiris pertama yang menganalisis secara sistematis berbagai faktor tersembunyi yang menghambat pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia, dengan menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan faktor teknis, etika, dan kebijakan, kapasitas sumber daya manusia adalah hambatan terbesar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Pampel H. Promoting Open Access in Research-Performing Organizations: Spheres of Activity, Challenges, and Future Action Areas. Publications 2023;11:44. https://doi.org/10.3390/publications11030044

Björk B-C. Scholarly journal publishing in transition- from restricted to open access. Electronic Markets 2017;27:101–9. https://doi.org/10.1007/s12525-017-0249-2

Fox CW, Albert AYK, Vines TH. Recruitment of reviewers is becoming harder at some journals: a test of the influence of reviewer fatigue at six journals in ecology and evolution. Res Integr Peer Rev 2017;2:3. https://doi.org/10.1186/s41073-017-0027-x

Tennant JP, Dugan JM, Graziotin D, Jacques DC, Waldner F, Mietchen D, et al. A multi-disciplinary perspective on emergent and future innovations in peer review. F1000Res 2017;6:1151. https://doi.org/10.12688/f1000research.12037.3

Severin A, Chataway J. Overburdening of peer reviewers: A multi‐stakeholder perspective on causes and effects. Learned Publishing 2021;34:537–46. https://doi.org/10.1002/leap.1392

Resnik DB, Gutierrez-Ford C, Peddada S. Perceptions of Ethical Problems with Scientific Journal Peer Review: An Exploratory Study. Sci Eng Ethics 2008;14:305–10. https://doi.org/10.1007/s11948-008-9059-4

Brainard J, You J. What a massive database of retracted papers reveals about science publishing’s ‘death penalty.’ Science (1979) 2018;25:1–5. https://www.science.org/content/article/what-massive-database-retracted-papers-reveals-about-science-publishing-s-death-penalty

Wager E, Kleinert S. Responsible Research Publication: International Standards for Editors. Prilozi 2014;35:35–41. https://doi.org/10.1515/prilozi-2015-0006

Kleinert S, Wager E. Responsible research publication: international standards for editors. A position statement developed at the 2nd World Conference on Research Integrity, Singapore, 2010, p. 317–28.

Zhang X. Is open access disrupting the journal business? A perspective from comparing full adopters, partial adopters, and non-adopters. J Informetr 2024;18:101574. https://doi.org/10.1016/j.joi.2024.101574

Hetherington AM, Lennon S. Ethics in scientific publishing. New Phytologist 2017;213:5–6. https://doi.org/10.1111/nph.14349

Fabrigar LR, Wegener DT, MacCallum RC, Strahan EJ. Evaluating the use of exploratory factor analysis in psychological research. Psychol Methods 1999;4:272–99. https://doi.org/10.1037/1082-989X.4.3.272

Hair JF, Black WC, Babin BJ, Anderson RE, Tatham RL. Multivariate data analysis 2019.

Aiken LR. Three Coefficients for Analyzing the Reliability and Validity of Ratings. Educ Psychol Meas 1985;45:131–42. https://doi.org/10.1177/0013164485451012

Hayton JC, Allen DG, Scarpello V. Factor Retention Decisions in Exploratory Factor Analysis: a Tutorial on Parallel Analysis. Organ Res Methods 2004;7:191–205. https://doi.org/10.1177/1094428104263675

Dunn TJ, Baguley T, Brunsden V. From alpha to omega: A practical solution to the pervasive problem of internal consistency estimation. British Journal of Psychology 2014;105:399–412. https://doi.org/10.1111/bjop.12046

McDonald RP. Test Theory. Psychology Press; 2013. https://doi.org/10.4324/9781410601087

Publons. Global state of peer review. 2018. https://pesquisa.bvsalud.org/portal/resource/pt/lis-48791

Kementerian Pendidikan KR dan T. Panduan pengelolaan jurnal ilmiah dan sistem akreditasi nasional (SINTA–ARJUNA). 2022. https://journal.prasetiyamulya.ac.id/assets/documents/Panduan_Editor_Jurnal_Ilmiah.pdf

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pedoman akreditasi jurnal ilmiah nasional. 2020. https://arjuna-api-zmltmhkk4a-et.a.run.app/api/private-files/file/info/Panduan_Editor_Jurnal_Ilmiah.pdf

Seftyono C, Kunto E, Rusnalasari ZD. Standarisasi Editor Jurnal: Urgensi Kebutuhan. Publishing Letters 2025;2:26–9. https://doi.org/10.48078/publetters.v2i1.47

Edgar BD, Willinsky J. A Survey of Scholarly Journals Using Open Journal Systems. Scholarly and Research Communication 2010;1. https://doi.org/10.22230/src.2010v1n2a24

BJÖRK B, HEDLUND T. Emerging new methods of peer review in scholarly journals. Learned Publishing 2015;28:85–91. https://doi.org/10.1087/20150202

Jumani J, Sujalu AP, Milasari LA, Findia F. Pelatihan Pengelolaan Open Journal System (OJS) Menuju Jurnal Terakreditasi pada Editor Jurnal. TA’AWUN 2022;2:161–9. https://doi.org/10.37850/taawun.v2i02.318

Sulistiyanto S, Trias Utomo D. Pelatihan Pengelolaan Open Journal System (OJS) di Kampus Wilayah Setapal Kuda. Gotong Royong 2024;1:23–7. https://doi.org/10.63935/gr.v1i1.15

Rikki A, Pakpahan S, Harianja AP, Siahaan ANJ, Purba DER, Siagian P, et al. Pendampingan Tata Kelola Open Journal System (OJS) Menuju Akreditasi Jurnal Nasional di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas HKBP Nommensen Medan. ULEAD: Jurnal E-Pengabdian 2024:43–7. https://doi.org/10.54367/ulead.v4i1.3998

Hanief YN, Yusro AC, Saputra DF. Cara Cepat Kuasai Open Jurnal System (OJS) 3.2. Unisma Press; 2022. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=kPVcEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA25&dq=Cara+Cepat+Kuasai+Open+Jurnal+System+(OJS)+3.2&ots=aGD_wbp09B&sig=dv40VYCmK6HWS8olG7s38dDJweM&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Solomon DJ, Björk B. A study of open access journals using article processing charges. Journal of the American Society for Information Science and Technology 2012;63:1485–95. https://doi.org/10.1002/asi.22673

Fyfe A, Coate K, Curry S, Lawson S, Moxham N, Røstvik CM. Untangling academic publishing: A history of the relationship between commercial interests, academic prestige and the circulation of research 2017. https://eprints.bbk.ac.uk/id/eprint/19148/1/UntanglingAcPub.pdf

COPE Council. COPE ethical guidelines for peer reviewers. 2019. https://publicationethics.org/guidance/guideline/ethical-guidelines-peer-reviewers

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Hanief, Y. N., & Kurniasari, I. R. (2026). Hambatan Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Indonesia: Perspektif Aktor Editorial melalui Analisis Faktor Eksploratori: Barriers to Scientific Journal Management in Indonesia: An Editorial Actor Perspective through Exploratory Factor Analysis. Publishing Letters, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.48078/publetters.v3i1.66

Issue

Section

Articles